Langsung ke konten utama

kayu untuk konstruksi bangunan


rumah kayu

Penggunaan kayu untuk konstruksi bangunan sudah dilakukan sejak dulu. Dulu di awal-awal peradaban manusia membuat rumah atau bangunan dengan menggunakan kayu sebagai bahan baku utama. Sekarang ketika sudah banyak ditemukan bahan pengganti maka penggunaan kayu sudah banyak berkurang. Namun demikian masih banyak juga rumah yang menggunakan kayu. 
Berikut ini beberapa jenis kayu yang masih banyak digunakan untuk bahan konstruksi bangunan. 
  • kayu jati
Kayu jati masih merupakan pilihan utama untuk digunakan sebagai bahan bangunan. Kayu jati memang sangat cocok untuk digunakan sebagai bahan bangunan. Kayu ini memiliki kekerasan sedang dan relatif ringan sehingga mudah dibentuk dan ditangani. Kayu jati yang sudah tua juga cukup kuat dan tidak disukai serangga. 
  • kayu bengkirai
Kayu bengkirai merupakan kayu dari hasil hutan yang masih banyak ditemukan saat ini. Kayu ini merupakan pilihan selain kayu jati untuk digunakan sebagai bahan konstruksi terutama karena harganya yang lebih mudah. Kayu ini berat dan sangat keras sehingga relatif lebih sulit untuk ditangani. Kayu bengkirai yang tua juga awet dan tidak disukai oleh serangga. 
  • kayu sengon
Kayu sengon merupakan salah satu jenis kayu yang banyak digunakan untuk bangunan. Kayu ini relatif lunak dan tidak terlalu kuat karena itu penggunaannya terbatas hanya untuk usuk saja. Kayu sengon tidak cukup kuat untuk digunakan sebagai reng yang membutuhkan ukuran kecil. Kayu sengon juga tidak bisa digunakan untuk digunakan sebagai bahan yang lain seperti kuda-kuda atap, pintu, kusen atau dinding karena kayunya yang terlalu lunak. 
Kayu sengon dapat digunakan untuk usuk dan cukup awet karena kayu ini tidak disukai serangga berupa bubuk kayu, tetapi kayu ini tidak tahan terhadap air dan serangan rayap. 
  • Kayu kruing
Kayu kruing juga merupakan kayu hasil hutan yang banyak digunakan sebagai bahan bangunan. Kayu ini relatif lebih lunak dan ringan daripada kayu bengkirai, sehingga lebih mudah ditangani.. Namun kayu ini relatif lebih rentan terhadap serangan serangga. Kayu ini memiliki resiko tinggi untuk terkena serangan serangga, baik bubuk kayu maupun rayap. 

Tips untuk pemanfaatan kayu untuk konstruksi bangunan
  • kayu harus sudah kering
Apapun jenis kayunya, mau digunakan untuk apapun, kayu harus sudah kering. Kayu basah yang digunakan akan selalu mengundang masalah di kemudian hari. Lebih aman lagi kalau kayu sudah disimpan dalam waktu 1 tahun atau lebih sebelum digunakan. Kayu yang sudah disimpan lama, maka dia sudah stabil dan bentuknya sudah tetap. Begitu dipasang tidak akan ada masalah-masalah yang diakibatkan oleh karena pergerakan kayu. 
Dengan disimpan dalam waktu lama juga akan kelihatan apabila ada bubuk kayu didalamnya. Bubuk kayu itu biasanya menyerang kayu dengan meletakkan telurnya di dalam kayu. Setelah jangka waktu tertentu, maka telur-2 serangga itu akan menetas sebagai serangga yang akan memakan kayu. Ketika ada serangan bubuk kayu pada saat kayu masih disimpan, maka akan lebih mudah diatasi dengan cara diberi obat anti serangga. Tetapi apabila serangan bubuk kayu itu diketahui ketika kayu sudah dipasang sebagai kuda-kuda dalam bangunan, tentu saja penanganannya akan jauh lebih rumit.
  • diberi treatment dengan obat anti serangga
Meskipun kayu-kayu tertentu tahan terhadap serangan serangga, namun tetap disarankan untuk melakukan treatment dengan obat anti serangga terhadap kayu. Kayu-kayu dari jenis jenis yang tahan serangga seperti kayu jati atau bengkirai masih memiliki resiko terkena serangan serangga apabila  kayu tersebut berasal dari pohon yang masih muda. Apalagi kayu dari jenis-2 yang memang tidak tahan dari serangan serangga seperti kayu kruing atau kayu-kayu dari pohon buah. 
  • diberi lapisan finishing
Supaya lebih awet, maka kayu sebaiknya diberi lapisan finishing. Lapisan finishing akan menutup pori dan serat kayu sehingga kayu menjadi lebih stabil. Lapisan finishing yang tepat juga akan mempercantik penampilan kayu. 
  • jauhkan kayu dari tanah dan air
Kayu tidak boleh terkena air atau tanah. Kayu yang menyentuh tanah akan beresiko cepat rusak karena terkena bakteri, jamur atau rayap. Air tanah yang masuk ke dalam kayu akan membuat kayu bergerak dan merusak kayu.