Langsung ke konten utama

Postingan

Penghitungan kebutuhan material finishing.

Salah satu unsur biaya finishing yang paling besar adalah kebutuhan material finishing. Secara umum sekitar setengah dari biaya finishing adalah harga material finishing, dan setengahnya lagi adalah biaya-biaya untuk tenaga, fasilitas dan biaya-biaya yang lain. Karena itu para pelaku industri finishing harus bisa menghitung atau memperkirakan kebutuhan material finishing secara baik. Bagi para pelaku finishing yang sudah berpengalaman, maka mereka tentu saja sudah bisa memperkirakan kebutuhan material finishing dari setiap produk atau pekerjaan yang akan dikerjakannya sesuai dengan pengalamannya. Tetapi bagi pemula, tentu hal itu tidak bisa dilakukan dengan mudah. Berikut ini akan saya bagikan cara memperkirakan perhitungan kebutuhan material finishing yang dapat digunakan untuk memperkirakan kebutuhan material finishing. Perhitungan berdasarkan step panel Perlu diingat bahwa hasil dari proses finishing adalah terutama menyangkut penampilan dari produk, karena itu sangat dianjurkan

Penghitungan biaya finishing

     Seperti juga industri-industri yang lain, suatu industri mebel dituntut untuk dapat menghitung atau memperkirakan biaya dari semua proses produksi yang diperlukan untuk menghasilkan setiap produk mebel yang dibuatnya. Perhitungan terhadap semua biaya produksi ini harus cukup akurat karena merupakan dasar utama untuk menentukan harga jual dari setiap produk yang dihasilkannya. Pada saat sekarang ini dimana persaingan sudah menjadi sangat ketat diantara pabrik-pabrik mebel yang ada baik dari dalam atau luar negeri maka suatu pabrik mebel dituntut untuk dapat memberikan suatu harga yang layak terhadap pruduk yang dibuatnya. Apabila harga terlalu tinggi, maka akan sangat mudah calon pembeli untuk beralih ke pabrik yang lain. Tetapi tentu saja harga juga tidak boleh terlalu rendah sehingga pabrik menjadi rugi, atau tidak memperoleh keuntungan dari proses produksinya.           Salah satu proses pada pembuatan mebel, yang juga memerlukan perhitungan biaya adalah proses finishing. Perh

sistem pemipaan di ruang finishing

Udara tekan (pressured air) merupakan salah satu unsur yang dibutuhkan dalam proses finishing modern. Udara tekan merupakan sumber energi yang dibutuhkan untuk mengoperasikan alat-alat finishing. Spray gun membutuhkan udara tekan untuk bisa mengatomisasi material finishing dan mengarahkannya ke permukaan yang diinginkan. Alat-alat lain seperti mesin amplas, pengaduk material finishing dan pompa material juga membutuhkan udara tekan sebagai sumber energi dan penggerak dari mesin-mesin tersebut. Sebagai penyedia udara tekan kita membutuhkan kompressor, yang berfungsi untuk menyedot udara dan menekannya di dalam tabung udara sampai dengan tekanan tertentu sesuai dengan kebutuhan alat. Udara tekan yang dibutuhkan untuk proses finishing terutama yang digunakan untuk spray gun adalah udara yang bersih, karena udara ini akan bercampur dengan material finishing. adanya kotoran dalam udara yang masuk ke dalam spray gun akan mengotori bahan finishing dan mengakibatkan masalah pada kualitas hasil

spray booth untuk ruangan finishing

Proses finishing selalu menghasilkan debu-debu dari partikel-partikel cat (dust spray) yang tersebar di udara. Untuk menjaga ruang finishing supaya tetap bersih dan sehat, maka ruang finishing perlu dilengkapi dengan spray booth (atau  tempat penyemprotan).  Spray booth ini pada prinsipnya bekeja dengan cara menyedot udara dari proses spray untuk disaring dan dikeluarkan dari ruangan finishing. Alat utama dalam spray booth adalah exhoust fan (kipas yang berfungsi untuk menyedot udara dan material sisa semprotan keluar dari ruang finishing) dan filter untuk menyaring udara yang ditarik dari ruang penyemprotan .  Ada 2 jenis spray booth yaitu wet spray booth dan dry spray booth 1. dry spray booth (spray booth kering) adalah spray booth yang menggunakan filter kering sebagai penyaring udara. filter yang digunakan ada beberapa pilihan, namun yang paling sering digunakan adalah sabut polyurethane. Filtert ini dipasang di depan kipas untuk menyaring udara kotor dari dust spray sebelum masuk

Shellac (politur)

Shellac merupakan bahan finishing yang sangat popular dan banyak dipakai pada abad 19 sampai pada awal abad 20 ketika mulai digantikan oleh nitrocellulose dan bahan-bahan finishing yang lain. Shellac dibuat dari bahan resin alam yang dihasilkan dari suatu jenis serangga yang hidup dari tumbuhan yang ada di India . Shellac bisa menghasilkan lapisan film yang bisa berfungsi untuk melindungi permukaan kayu dibawahnya. Di Indonesia politur ini merupakan bahan yang sangt popular sebelum pada akhirnya mulai digantikan dengan bahan finishing modern berupa cat ( coating ). Pada jaman dulu shellac ini merupakan satu-satunya bahan finishing yang bisa digunakan untuk proses finishing pada kayu yang bisa menghasilkan finishing dengan warna transparan yang bisa menampilkan keindahan warna dan serat kayu. Bahkan sekarang finishing dengan warna transparan masih disebut sebagai warna politur.   Shellac banyak tersedia dalam bentuk keping-kepingan yang tipis. Untuk dapat diaplikasikan, kepingan-kepinga

aplikasi cat emas tempel (gold leaf)

Menurut cara aplikasinya kita mengenal ada 2 jenis emas yaitu gold paint dan gold leaf (emas lembaran). Untuk gold paint ini ada yang sudah berupa cairan cat emas, ada juga yang berupa bubuk emas (gold powder). Gold paint ini bisa diaplikasikan dengan cara dispray atau dikuaskan ke permukaan. Emas yang berupa bubuk harus dicampur dengan bahan pengikat (binder) untuk bisa diaplikasikan ke permukaan. Sedangkan gold leaf ini membutuhkan cara aplikasi yang agak berbeda yaitu dengan cara ditempelkan pada permukaan dengan menggunakan suatu lem khusus. Cara aplikasi gold leaf ini akan menghasilkan penampilan yang sedikit berbeda dibandingkan dengan aplikasi gold paint dengan cara spray. Kalau aplikasi dengan cara spray bisa menghasilkan suatu pelapisan yang rata dan mulus, maka aplikasi dengan penempelan ini akan menghasilkan penampilan dengan pola tertentu tergantung dari cara penempelan emas lembaran yang dilakukan. Cara penempelan gold leaf dan bentuk-bentuk lembaran emas akan membekas d

finishing untuk kayu mahoni

Kayu mahoni atau mahogany (bhs Inggris) merupakan salah satu jenis kayu yang banyak dipakai untuk bahan baku pembuatan mebel, terutama untuk indoor furniture. Pada saat ini banyak mebel yang dibuat dari kayu dan veneer mahoni. Kayu mahoni memiliki serat dan pori-pori yang lembut tetapi memiliki karakter serat yang sangat kuat. Dengan finishing yang tepat, maka suatu mebel dari kayu mahoni akan menghasilkan suatu penampilan yang sangat menarik. Sekarang dengan harganya yang semakin mahal, maka untuk pembuatan panel-panel untuk top atau dinding maka lebih banyak digunakan veneer mahoni. Kayu solid mahoni masih banyak digunakan terutama pada pembuaatan kaki atau kursi. Sedangkan untuk outdoor furniture maka kayu mahoni sangat jarang dipakai karena kayu mahoni tidak cukup kuat untuk outdoor furniture. Seperti juga veneer untuk kayu yang lain, maka veneer mahoni tersedia dalam jumlah yang cukup banyak di pasaran dengan berbagai macam jenis dan model. bed mahoni dengan finishing natural bro