Langsung ke konten utama

jenis-jenis cat untuk kayu

Cat atau coating adalah bahan finishing yang membentuk lapisan film yang akan melapisi permukaan di bawahnya. Lapisan film ini berfungsi untuk memberikan perlindungan pada substrate dibawahnya beserta stain, glaze, filler dan bahan finishing lain yang diaplikasikan di atas permukaan. Selain memberi perlindungan lapisan film ini bisa juga berfungsi untuk membentuk dari gloss dari finishing.  
Menurut warnanya ada 2 jenis coating yaitu clear coating dan colored coating.
·         Colored coating
Colored coating adalah cat yang dicampur dengan pigment dan digunakan juga sebagai stain atau pembentuk warna. Bahan ini dapat juga dikategorikan sebagai stain dan dikenal dengan nama base coat, paint, enamel atau primer.
·         Clear coating
Clear coating adalah cat yang tidak mengandung pigment di dalamnya. Bahan ini akan menghasilkan lapisan film yang jernih. Lapisan clear coating ini akan tidak akan membentuk warna, tetapi akan menentukan ketebalan lapisan film, kehalusan permukaan dan gloss dari finishing.
 
Jenis-jenis coating
Coating dibuat dengan bahan utama resin atau campuran resin yang akan mengeras dan membentuk satu lapisan film pada saat kering. Campuran resin ini biasanya dilarutkan dalam solvent dan diberi tambahan beberapa bahan aditif untuk menghasilkan sifat-sifat yang diharapkan. Ada banyak jeni coating, namun yang banyak digunakan dalam industi wood finishing hanya beberapa saja yaitu: NC, Acrylic AC, PU, UV, dan waterbased coating.  
·         Cat NC (Nitrocelluse coating)
Bahan ini dibuat dengan bahan utama nitrocellulose resin. Merupakan cat 1 komponen yang mudah digunakan dan ditangani. Cat ini dapat kering pada suhu kamar dengan cepat dan menghasilkan lapisan film yang sangat jernih, tipis dan alami. Cat NC merupakan bahan yang paling cocok digunakan pada finishing yang membutuhkan keindahan penampilan yang maksimal. Hampir semua warna dan penampilan finishing dapat dihasilkan oleh cat jenis ini dengan mudah dan cepat.
Cat NC ini mempunyai ketahanannya yang relatif rendah terhadap goresan, panas dan bahan dan solvent. Lapisan film yang dihasilkan merupakan lapisan termoplastis yang akan larut kembali dengan solvent. Bahan ini juga tidak bisa menghasilkan lapisan film yang tebal karena itu tidak cocok untuk finishing yang membutuhkan lapisan film yang tebal. Kelemahan lain dari cat NC adalah lapisan film nya yang akan menguning (yellowing) setelah terpapar oleh sinar selama beberapa waktu. Lapisan film yang yellowing ini tidak kelihatan pada finishing dengan warna-warna yang tua, tetapi akan mengganggu karena bisa mengubah warna  pada finishing dengan warna putih atau warna-warna muda.
·         Cat acrylic atau butyrate
Cat butyrate ini dikembangkan untuk mengatasi masalah yellowing yang terjadi pada cat NC. Cat ini dibuat dari resin cellulose acetate butyrate dan acrylic sebagai bahan utamanya (karena itu ada yang menamakannya dengan nama cat acrylic). Cat ini merupakan bahan 1 komponen yang bisa kering pada suhu kamar dan relatif mudah ditangani dan digunakan seperti halnya cat NC.
Cat ini memiliki kekuatan dan ketahanan yang relatif sama dengan cat NC. Cat ini memiliki ketahananan yang relatif rendah terhadap solvent, panas yang tinggi dan goresan. Cat jenis butyrate ini tidak akan menguning dan didesign untuk digunakan pada proses finishing terhadap warna-warna putih. Cat ini tidak terlalu cocok untuk proses finishing pada warna-warna menampilkan warna coklat kayu atau warna tua, karena lapisan film yang dihasilkan tidak sejernih seperti cat NC. Lapisan film yang dhasilkan akan memiliki penampilan sedikit keputihan (cloudy) yang tidak mengganggu untuk warna putih, tetapi akan mengurangi kejernihan warna pada finishing dengan warna coklat, hitam atau warna-warna tua.
·         Cat melamin (melamic, acid curing coating)
Merupakan cat 2 komponen dengan bahan utama resin melamin. Bahan ini terdiri dari 2 komponen yaitu bahan itu sendiri dan harderner yang harus dicampurkan dengan perbandingan yang tepat untuk bisa kering sempurna. Cat melamin bisa menghasilkan lapisan film yang keras, kuat, mempunyai ketahanan yang tinggi terhadap solvent, goresan dan panas. Karena itu cat ini bisa digunakan untuk finishing pada produk-produk yang membutuhkan ketahanan yang tinggi seperti : kitchen cabinet, mebel untuk hotel, meja makan, dll. Cat ini bisa menghasilkan lapisan film yang lebih tebal dibandingkan dengan cat jenis NC membuat cat ini lebih cocok untuk digunakan pada finishing yang membutuhkan lapisan film yang tebal
Kelemahan dari cat ini adalah penampilan yang dihasilkan cenderung tebal dan nampak seperti plastik (plastic looked) yang menjadikan penampilan finishing menjadi kurang indah. Proses pengeringan cat ini terjadi dengan reaksi kimia dan penguapan solvent disertai dengan pengeluaran gas formaldehid yang beracun dan berbau yang tidak enak. Formaldehid ini merupakan salah satu gas yang diangggap sebagai polutan di banyak negara. Hal ini membuat  penggunaan cat jenis ini semakin sedikit karena karena adanya peraturan-peraturan yang membatasi emisi gas formaldehid di seluruh dunia.
·         Precatalysed (precat coating)
Cat precat (Precatalysed atau precat coating) sebenarnya adalah cat jenis acid curing (melamin) yang dibuat dalam 1 komponen. Cat jenis ini akan lebih mudah diaplikasikan dibandingkan cat jenis acid curing yang terdiri dari 2 komponen. Lapisan film yang terbentuk akan lebih cepat kering dan lebih mudah ditangani dibandingkan dengan cat acid curing yang merupakan 2 komponen. Solid content dari cat ini lebih kecil dibandingkan dengan cat jenis acid curing, karena itu lapisan film yang dihasilkan akan lebih tipis dan lebih alami. Cat ini merupakan salah satu pilihan yang banyak digunakan  apabila menginginkan suatu lapisan finishing yang tidak terlalu tebal, tetapi lebih kuat dibandingkan dengan cat jenis NC.
·         Cat PU (Polyurethane coating)
Cat PU adalah cat yang menggunakan resin urethane sebagai bahan utamanya. Kalau menurut namanya, maka ada beberapa jenis cat PU, namun yang banyak digunakan untuk wood finishing adalah cat PU 2 komponen yang diencerkan dengan solvent dan dapat kering pada suhu kamar. Cat PU ini akan menghasilkan lapisan finishing yang kuat, tahan panas, tahan gores dan bahan kimia. Banyak orang menganggap cat PU lebih kuat dibandingkan melamin, meskipun sebenarnya kekuatan cat PU ini tergantung juga dari jenis dan kualitas dari cat itu juga. Cat PU bisa menghasilkan lapisan film yang tebal, karena itu bisa digunakan untuk proses finishing yang close pores dan membutuhkan lapisan film yang tebal.
Cat PU ini biasanya dipakai untuk finishing pada mebel yang membutuhkan perlindungan yang lebih baik. Misalnya untuk meja makan, mebel untuk hotel, pub dan cafe. Cat jenis ini menghasilkan suatu penampilan yang soft dan banyak disukai orang. Meskipun pada saat pengeringannya cat jenis ini juga mengeluarkan gas isocyanate yang juga beracun tetapi cat ini dianggap lebih ramah lingkungan dibandingkan cat jenis melamin.
·         Cat UV (UV Coating)
Cat UV atau UV coating merupakan coating  yang  menggunakan reaksi polimerisasi yang dipicu oleh sinar ultra violet sebagai katalisator untuk proses pengeringannya. Cat ini akan menghasilkan lapisan film yang sangat kuat, tahan terhadap goresan, panas, solvent dan panas. Cat ini juga bisa menghasilkan lapisan film yang tebal dengan cepat dan aman dibandingkan dengan cat lain. Banyak pabrik mebel menggunakan cat UV sebagai lapisan cat pertama untuk kemudian diikuti dengan aplikasi cat PU atau NC untuk menghasilkan finishing dengan lapisan film yang tebal
Selain ketahanannya yang sangat tinggi, cat ini juga menghasilkan efisiensi pemakaian yang sangat tinggi. Cat jenis ini biasa dibuat dalam bentuk hisolid (solid content sampai hampir 100 persen), dengan demikian tidak ada finishing cost dari penggunaan thinner dari solvent yang bisa mencapai 30% dari seluruh kebutuhan finishing material.
Cat ini diaplikasikan dengan menggunakan roller coater yang memberikan effisiensi pemakaian hampir 100%, jauh lebih tinggi dibandingkan dengan aplikasi spray yang hanya menghasilkan efisiensi sekitar 60%. Cat ini juga sangat ramah lingkungan karena tidak menghasilkan polusi gas dari penguapan solvent. Karena itu, maka cat ini banyak digunakan dalam industri wood finishing di negara-negara maju yang menghendaki proses finishing yang cepat, murah dan ramah lingkungan.
Kelemahan dari cat ini adalah bahwa cat ini membutuhkan rangkaian oven lampu UV untuk proses pengeringannya. Hal ini membuat cat ini hanya effektif untuk diaplikasikan pada permukaan yang datar saja.
·         Cat waterbased (waterbased coating)
Cat waterbased merupakan coating yang menggunakan air sebagai pengencernya. Cat waterbased ini merupakan cat yang ramah lingkungan dan relatif lebih aman dibandingkan cat yang menggunakan solvent sebagai pengencernya.  Harga solvent yang semakin mahal dan isu lingkungan yang semakin menguat telah membuat cat waterbased menjadi semakin populer saat ini.
Tetapi cat waterbased ini relatif lebih susah digunakan dibandingkan dengan cat yang menggunakan solvent sebagai pengencer. Pengeringan cat ini sangat tergantung pada kondisi lingkungan, terutama kelembaban dan suhu udara di sekitarnya. Pada saat kondisi udara dalam ruang finishing relatif kering dan suhu udara relatif panas, maka cat ini bisa kering dengan cepat dan mudah. Namun pada saat udara lembab dan suhu dingin, maka cat ini menjadi sulit kering dan banyak masalah bisa timbul, seperti cat yang tidak kering, blushing, dll. Penyediaan oven pada ruang finishing sangat dianjurkan untuk bisa mengontrol suhu dan kelembaban udara untuk meminimalkan timbulnya masalah pada aplikasi cat waterbased.