Langsung ke konten utama

High gloss finish



Salah satu jenis finishing yang banyak ditemukan pada produk mebel atau produk kayu lainnya adalah finishing dengan gloss yang tinggi (high gloss finish). High gloss merupakan jenis finishing yang diinginkan oleh banyak orang sampai sekarang. High glosss finish dengan lapisan film yang tebal pada produk-produk yang cocok akan memberikan kesan elegan, mewah dan mahal. Finishing dengan gloss tinggi ini lebih cocok untuk diterapkan pada produk-poduk dengan model yagn simple atau kontemporer. Produk dengan bentuk yang komplek dengan banyak ukiran tidak terlalu cocok dengan finishing yang glossy karena akan membuat penampilan yang terlalu ramai. 

warna hitam dengan high gloss 

Bagaimana gloss dibentuk 


Pada prinsipnya gloss yang tinggi dibentuk dari ketebalan lapisan film dan kerataan permukaan. Dulu pada saat finishing dilakukan dengan bahan-bahan finishing tradisional maka gloss dari suatu finishing sangat ditentukan oleh ketebalan dari lapisan film yang melapisi permukaan.  Semakin halus, rata dan tebal  permukaan finish yang dibuat oleh shellac atau varnish akan membuat gloss yang dihasilkan akan semakin tinggi. Traditional varnish dan shellac tidak memiliki suatu bahan yang bisa mengatur gloss yang dihasilkan, jadi pengaturan gloss semata-mata hanya bisa dilakukan dengan mengatur ketebalan lapisan film di permukaan. 
Saat ini dengan ditemukannya berbagai macam cat  maka gloss dapat diatur dari pengaturan top coat yang digunakan, tidak hanya oleh ketebalan lapisan film nya saja. Suatu finishing yang tebal dapat dibuat dengan gloss yang rendah dengan penggunaan low gloss top coat,  demikian juga suatu lapisan finish yang tipis dapat menghasilkan permukaan dengan gloss yang tinggi. Hal ini membuat pemilihan gloss dari suatu lapisan finish dapat diatur dengan lebih fleksibel. Berbagai macam vareasi finishing dapat dibuat dengan gloss yang dapat diatur sesuai dengan kebutuhan. 


high gloss finish untuk meja sonokeling

Proses finishing untuk high gloss finish

Proses finishing dengan gloss tinggi ini merupakan proses yang tidak mudah dibutuhkan teknik dan perhitungan tersendiri untuk mengerjakan finishing ini. Kesalahan dalam menghitung dan menjalankan finishing ini bisa berakibat pada proses finishing yang boros dan hasil kualitas finishing yang tidak sesuai yang diinginkan. 
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu diperhatikan dalam proses finising untuk high gloss finish.
  • Finishing high gloss ini lebih cocok untuk produk dengan bentuk-bentuk yang simple.
Suatu proses finishing harus bisa menambah nilai estetika dari produk yang difinishingnya. Karena itu seharusnya suatu finishing harus dipilih menyesuaikan dengan model dan bentuk dari produknya.  Finishing dengan gloss yang tinggi ini lebih tepat untuk digunakan pada produk-produk yang memiliki bentuk-bentuk yang simple. Produk-produk dengan bentuk yang datar, dengan vareasi pada motif kayu dengan bentuk-bentuk yang simple akan bisa kelihatan mewah dan elegan dengan finishing warna transparan yang menmpilkan keindahan serat kayu dengan gloss yang tinggi. Finishing dengan warna-warna solid yang “berani” seperti : warna : emas, perak, hitam legam, putih atau warna-warna yang menyala bisa juga dibuat dengan high gloss finish. 
High gloss finish tidak terlalu cocok diterapkan pada mebel-mebel dengan model antik atau klasik, demikian juga produk-produk dengan penampilan rustic atau kuno karena akan bertentangan dengan model dari produknya.
  • High gloss finishing membutuhkan pekerjaan yang lebih hati-hati dan teliti.
Proses finishing untuk menghasilkan high gloss finish harus dikerjakan dengan lebih teliti dan hati-hati. Sedikit ketidak sempurnaan pada produk atau finishing mungkin masih tidak terlalu kelihatan pada finishing dengan gloss yang tidak terlalu tinggi, tetapi tidak demikian pada finishing dengan gloss yang tinggi. Finishing high gloss akan menampilkan keadaan produk dengan lebih jelas. Adanya sedikit lubang, dekok atau bahan garis-garis amplas akan kelihatan sangat jelas pada finishing dengan gloss yang tinggi. Karena itu finishing ini harus dikerjakan dengan lebih sabar dan teliti dan mungkin akan membutuhkan waktu proses yang lebih lama.  Setiap proses finishing seperti pewarnaan, aplikasi sealer, pengamplasan dan handling harus dilakukan dengan lebih hati-hati, karena sedikit kesalahan bisa saja berkibat fatal.
  • High gloss finishing membutuhkan persiapan unfinish product yang lebih rapi dan baik.
High gloss finish akan menampilkan setiap kelemahan dari produk unfinish dibawahnya. Suatu permukaan yang tidak rata, gelombang dan sedikit goresan dan beberapa ketidak sempurnaan akan sangat kelihatan jelas pada high gloss finish. Karena itu maka suatu produk harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya sejak proses produksi dimulai. Pengamplasan yang baik, ukuran yang presisi dan assembling harus dikerjakan dengan lebih teliti untuk menghasilka produk yang rapi. 
  • High golss finish biasanya membutuhkan suatu lapisan film yang tebal.
Kenyataan yang terjadi seringkali masalah-masalah pada unfinish wood terpaksa harus diatasi dengan proses finishing. Memang adanya sedikit dekok, lubang atau suatu permukaan yang tidak rata seingkali diatasi dengan aplikasi lapisan finsihing yang tebal. Karena itu maka suatu high gloss finish sebaiknya dibuat dengan material yang cocok untuk menghasilkan lapisan film yang tebal dengan aman dan mudah. Material finishing dari jenis NC atau bahan 1 komponen yang lain seperti shellac, acrylic, vynil, dll tidak cocok untuk membentuk finishing dengan lapisan film yang tebal. NC juga memiliki resiko untuk pecah apabila diaplikasikan dengan lapisan yang terlalu tebal. 
Untuk membuat finishing dengan lapisan film yang tebal, maka sebaiknya digunakan clear coating yang kering dengan reaksi seperti : Acid curing, melamin, PU, Waterbased atau UV Coating. 
  • Gunakan filler untuk mempercepat mengisi pori dan serat kayu
High gloss finish pada kayu, selalu merujuk pada finishing dengan serat kayu yang tertutup (close porees). High glosss finish pada permukaan kayu yang serat dan pori yang terbuka akan nampak seperti lapisan finishing yang belum sempurna. Untuk membuat finishing close pores ini maka disarankan untuk menggunakan filler. Penggunaan filler ini seringkali ditolak oleh beberapa orang karena akan menggangu penampilan finishing terutama untuk finishing dengan warna-warna transparan. Dan karena alasan itu, maka diperlukan aplikasi sealer atau top coat yang berulang-ulang untuk menutup pori dan serat kayu. Namun sebenarnya pemilihan filler yang tepat akan membuat proses finishing close pores bisa dikerjakan dengan lebih cepat dan lebih mudah dan lebih murah dibandingkan dengan aplikasi clear coating yang berlebihan.
  • High gloss finish membutuhkan ruangan finishing yang lebih bersih.
Suatu high gloss finish tidak bisa mentolerir adanya debu, kotoran, permukaan yang kasar atau ketidak sempurnaan lain di pemukaan. Finishing ini membutuhkan suatu lapisan top coat yang bersih dan mulus, bebas dari debu atau kotoran untuk bisa kelihatan bagus. Karena itu maka proses aplikasi finishing terutama untuk top coat terakhir dilakukan di dalam suatu ruangan yang lebih memadai.
  •  Lakukan proses rubbing apabila memungkinkan.
Suatu high gloss finish kadang-kadang lebih mudah diperoleh dengan proses rubbing. Proses rubbing dan polishing atau buffing akan dapat membantu menghasilkan suatu high gloss finish dengan lebih mudah. Proses rubbing ini memang akan memerlukan tambahan proses yang membutuhkan waktu, tenaga dan biaya, tetapi proses ini akan mengatasi beberapa masalah pada permukaan film yang diakibatkan dari aplikasi top coat yang tidak sempurna seperti permukaan yang kasar, sedikit tidak rata atau masalah kecil yang lainnya. Kesulitan untuk menghasilkan suatu lapisan film yang rata dan halus dan bersih seringkali lebih mudah diselesaikan dengan proses rubbing.  


proses buffing untuk high gloss finish