Langsung ke konten utama

Outdoor wood finish

Seperti juga produk-produk kayu untuk indoor, produk-produk  kayu untuk outdoor juga membutuhkan lapisan finishing. Finishing untuk outdoor membutuhkan spesifikasi yang berbeda dengan finishing untuk indoor. Finishing  outdoor selain bisa memberikan keindahan pada produk kayu, juga harus bisa memberi perlindungan pada kayu dalam menghadapi cuaca luar ruangan. Sinar matahari, perubahan cuaca, air hujan atau embun, perubahan suhu dan bahkan abrasi dari angin dan air hujan merupakan faktor-faktor dari kondisi luar ruangan yang merusak, membuat warna menjadi pudar dan kayu menjadi aus. Produk-produk outdoor juga lebih rentan terhadap serangan bakteri, jamur dan bahkan juga serangga yang akan merusak kayu. Karena itu maka dia membutuhkan finishing tepat untuk bisa memberikan perlindungan yang maksimal.
Finishing material untuk poutdoor ini diformulasi secara khusus. Pigmen, resin dan bahan-bahan yang digunakan dipilih dari jenis yang tahan terhadap sinar matahari. Clear coating untuk outdoor dibuat untuk lebih elastis untuk dapat mengakomodasi sedikit pergerakan kayu akibat dari perubahan suhu dari siang dan malam. Beberapa aditif juga  secara khusus ditambahkan untuk meningkatkan ketahanan terhadap sinar uv, serangan jamur dan bakteri. Hal itu membuat pilihan resin dan pigment yang digunakan menjadi lebih terbatas. Karena itu pilihan warna dan penampilan finishing untuk outdoor finish ini lebih terbatas dibandingkan dengan finishing untuk indoor. Finishing untuk outdoor pada umumnya mempunyai harga yang lebih mahal dan membutuhkan waktu pengeringan yang lebih lama dibandingkan dengan material finishing untuk indoor. Dua faktor tersebut pada akhirnya akan membuat biaya finishing untuk outdoor menjadi jauh lebih mahal dibandingkan dengan finishing untuk indoor.
 

Kayu yang karena terkena panas matahari akan pudar
 
Berikut ini beberapa jenis bahan finishing yang bisa digunakan untuk outdoor.
Outdoor oil
Oil finish merupakan salah satu finishing tradisional yang masih digunakan sebagai bahan finishing sampai sekarang. Ada  beberapa jenis oil yang bisa digunakan untuk outdoor. Oil finish untuk outdoor ini dapat dilihat dari spesifikasi yang tertulis pada produk atau dari namanya. Oil ini diaplikasikan dengan dikuaskan ke permukaan kayu secara merata. Oil akan meresap pada kayu dan bereaksi dengan kayu dan memberi penampilan yang indah. Beberapa jenis oil dilengkapi dengan pigmen sehingga bisa memberikan warna-warna tertentu. Oil ini selama masih ada di permukaan akan membuat permukaan kayu menjadi kalis. Air yang jatuh di permukaan akan tertahan di permukaan dan tidak masuk ke dalam kayu, sehingga kayu dapat dijaga dari kerusakan. 
Namun demikian oil finish ini tidak akan pernah bisa memberikan perlindungan yang benar-benar kuat bagi kayu. Oil yang ada di permukaan akan menguap dan hilang dalam jangka waktu tertentu, dan pada saat seluruh oil di permukaan menguap, maka kayu menjadi hampir sama dengan kayu mentah. Air yang jatuh di permukaan akan masuk dan meresap ke dalam kayu dan akan mengakibatkan kerusakan pada kayu. Oil finish juga tidak bisa memberikan perlindungan yang cukup terhadap sinar matahari. Dalam waktu yang relatif singkat, permukaan kayu akan menjadi pudar dan lapuk apabila terpapar sinar matahari. Oil finish ini biasanya digunakan untuk finishing pada kayu-kayu keras yang secara alamiah memang tahan untuk outdoor, seperti kayu jati, akasia, oak, bengkirai atau kayu-kayu keras lainnya. 
Untuk menjaga penampilannya, maka oil finish ini membutuhkan pemeliharaan rutin, yaitu aplikasi oil finish lagi setiap jangka waktu tertentu. Setelah 3 bulan atau 6 bulan ketika oilnya sudah mulai pudar, maka diperlukan lagi aplikasi oil finish lagi di permukaan kayu untuk menjaga finishing seperti semula.


Oil finish

Outdoor varnish 
Varnish merupakan salah satu bahan finishing tradisional yang masih dikenal sampai saat ini. Ada beberapa jenis varnish yang bisa digunakan untuk outdoor. Varnish untuk outdoor ini dibuat dengan jenis long alkyd. Varnish untuk outdoor ini dikenal dengan nama spar varnish atau marine varnish atau exterior varnish. Outdoor varnish ini lebih elastis dan membutuhkan waktu pengeringan yang relatif lama. Outdoor varnish yang berupa clear mempuyai warna coklat muda, ketika diaplikasikan pada kayu akan menghasilkan penampilan warna kayu. Varnish ini bisa juga diberi campuran pigmen untuk menghasilkan warna-warna solid.  
Varnish ini bisa diaplikasikan dengan cara dikuaskan secara merata ke permukaan. Pada saat kering maka dia akan membentuk lapisan film dan menutup pori dan serat kayu sehingga bisa memberikan perlindungan yang lebih baik pada kayu. Diperlukan beberapa kali aplikasi untuk bisa menghasilkan lapisan film yang cukup tebal. Setelah beberapa waktu tertentu, varnish ini juga cenderung untuk menjadi pudar, baik gloss ataupun warnanya. Pada saat lapisan varnish menjadi pudar, maka dapat dilakukan lagi aplikasi varnish diatasnya. 

Outdoor waterbased.
Waterbased coating merupakan salah satu jenis finishing modern yang saat ini banyak digunakan untuk wood finish. Ada jenis cat waterbased yang didesign untuk outdoor finish. Outdoor waterbased finish tersedia mulai dari stain sebagai pembentuk warna, sealer dan top coat dari berbagai macam gloss. Stain untuk waterbased dibuat dari pigment yang tahan terhadap sinar UV. Coating (sealer dan top coat) dibuat dari resin-resin yang tahan terhadap sinar UV dan masih ditambahkan lagi aditif khusus untuk menghasilkan lapisan coating yang tahan terhadap kondisi luar ruangan.
Berbagai macam warna dan penampilan finishing dapat dibuat dengan cat waterbased ini. Namun karena pigmen yang digunakan harus tahan terhadap sinar UV, maka pilihan warna menjadi agak terbatas. Waterbased sealer dan top coat didesign untuk lebih elastis dan karena itu pada umumnya dia akan membutuhkan waktu pengeringan yang relatif lama. Waterbased coating ini bisa diaplikasikan dengan dikuaskan ke permukaan dengan hasil finishing yang cukup baik. Meskipun demikian untuk menghasilkan penampilan finishing yang baik, maka waterbased finishing ini mesti diaplikasikan dengan cara spray.

Outdoor PU
Outdoor PU  merupakan satu cat jenis PU yang didesign  untuk finishing di luar ruangan. Resin yang paling banyak digunakan adalah resin acrilic, karena itu cat ini juga sering disebut sebagai PU acrilic. Outdoor PU coating ini tersedia sebagai sealer dan top coat untuk membentuk lapisan film yang tahan terhadap kondisi luar ruangan. Untuk  menghasilkan warna-warna transparan, maka PU coating ini mesti dikombinasikan dengan outdoor wood stain. Untuk finishing warna-warna solid, maka digunakan outdoor PU base coat, enamel atau primer.  Tersedia juga wiping stain (glaze) untuk outdoor yang bisa digunakan untuk membuat antik finishing seperti halnya pada finishing untuk indoor.
Outdoor PU merupakan salah satu jenis finishing untuk outdoor yang paling kuat dengan range warna dan penampilan finishing yang paling luas. Berbagai macam warna dan penampilan finishing dapat dihasilkan oleh bahan ini. Dengan penggunaan harderner, maka proses pengeringan pada umumnya bisa lebih cepat dibandingkan dengan bahan finishing untuk outdoor lainnya. Sebagai bahan yang berbasiskan solven, maka proses pengeringan lapisan coating bisa berlangsung pada suhu kamar, tanpa  harus mengunakan oven. Outdoor PU juga bisa memberikan lapisan film dengan berbagai macam gloss dengan ketebalan yang dibutuhkan. 
Namun PU ini relatif agak sulit dalam aplikasinya. PU merupakan bahan 2 komponen yang harus dicampur dengan komposisi yang tepat pada saat aplikasi. PU coating yang sudah dicampur dengan harderner harus segera diaplikasikan karena akan menjadi kering dan mengeras. Ketika PU ini sudah keing dan keras, maka dia sudah tidak bisa digunakan lagi. Selain itu untuk bisa menghasilkan penampilan finishing yang baik, PU coating ini mesti diaplikasikan cara spray. Aplikasi PU dengan kuas tidak akan bisa menghasilkan permukaan yang rata dan halus. Aplikasi PU ini pada umumnya hanya dilakukan oleh tukang-tukang finishing yang ahli dan dilakukan di bengkel-bengkel finishing dengan fasilitas yang memadai.  
 

Outdoor PU finish

Selain fakotr finishing, ada beberapa faktor lain yang juga akan ikut mempengaruhi kekuatan dan keawetan lapisan finishing. Berikut ini ada beberapa hal lain yang harus diperhatikan untuk bisa menghasilkan lapisan finishing dengan perlindungan yang optimal.

1. Kadar air kayu
Kadar air yang tidak tepat selalu akan menjadikan masalah pada produk kayu. Karena itu, kayu harus dikeringkan dengan kadar air yang cukup pada saat proses finishing akan dimulai. Kadar air kayu yang dianjurkan adalah kadar air kayu yang berkeseimbangan dengan kondisi kelembaban udara di tempat lokasi produk tersebut akan digunakan. Kayu dengan kadar air yang tinggi akan mengeluarkan air sampai dia menjadi kering dan berkeseimbangan dengan kondisi lingkungannya. Proses pengeringan kayu ini diikuti dengan penyusutan dan pergerakan kayu yang akan mengakibatkan banyak masalah pada konstruksi seperti kayu yang pecah atau sambungan yang terbuka, dll. Adanya sambungan yang terbuka atau celah ini akan menampung air yang akan berakibat pada kerusakan pada kayu dan lapisan finishing di sekitarnya. Air pada kayu juga akan mengundang organisme perusak kayu seperti jamur atau bakteri yang akan membuat lapisan finishing menjadi rusak. 
2. Ketebalan lapisan film
Untuk bisa memberikan perlindungan yang  maksimal, maka dibutuhkan lapisan film yang cukup untuk menutup seluruh serat dan pori kayu. Adanya pori dan serat yang tebuka akan menampung air dari embun atau hujan yang akan segera membawa kerusakan pada lapisan finishing. Lapisan film yang cukup tebal juga dibutuhkan untuk menahan sinar UV dan menjaga kayu menjadi lebih stabil. 
Lapisan coating ini selain harus cukup tebal, juga mesti meliputi dan menutup seluruh permukaan, baik permukaan atas, bawah, samping dan pada setiap celah-celah yang ada. Adanya permukaan kayu yang terbuka akan menjadi tempat bagi air untuk masuk ke dalam kayu atau sebaliknya. Hal ini akan mengakibatkan terjadinya pergerakan kayu yang berakibat pada kerusakan kayu secara konstruksi dan pada akhirnya juga merusak lapisan finishing. Permukaan kayu yang terbuka juga rentan terhadap serangan jamur dan bakteri yang juga akan merusak kayu. 
3. Penggunaan dan pemilihan warna
Secara alami, kayu akan bereaksi terhadap sinar matahari, yang akan berakibat pada terjadinya perubahan pada warna kayu. Warna kayu akan cenderung berubah apabila terkena sinar ultra violet. Kayu yang terpapar oleh intensitas sinar ultra violet yang tinggi akan berubah warnanya. Karena itu untuk memberi perlindungan yang lebih baik, maka disarankan untuk selalu melakukan proses pewarnaan pada finishing outdoor. Pewarnaan dengan stain yang tepat akan membuat warna kayu menjadi lebih stabil baik untuk warna-warna transparan ataupun warna-warna solid. Untuk finishing dengan warna transparan, aplikasi wood stain akan meminimalkan pengaruh perubahan warna kayu yang terjadi sehingga warna finishing akan menjadi lebih stabil. Base coat, primer atau enamel yang diaplikasikan untuk membentuk warna-warna solid akan menutup seluruh permukaan kayu dari paparan sinar ultra violet dan mencegah terjadinya reaksi kayu yang mengakibatkan perubahan warna kayu. Selama pigmen yang ada didalam lapisan finishing tidak pudar, maka warna finishing akan tetap sama.