Langsung ke konten utama

Viskositas, Solid Content dan Volum Solid Content

Viskositas (kekentalan) 
Viskositas atau viscosity merupakan salah satu ukuran dari kekentalan dari suatu bahan. Viskositas sebenarnya merupakan ukuran yang dikenal dalam teknik fisika atau teknik kima dan mempunyai satuan gram/cm.dt (poise) atau lbf/ft.hr.  Dalam industri finishing, maka pengukuran terhadap viskositas merupakan hal yang seringkali dilakukan untuk mengetahui kondisi dari suatu bahan finishing terutama untuk bahan finishing yang membantuk lapisan film yaitu selar, top coat dan paint. Cara pengukuran viskositas ada bermacam-macam, tetapi yang banyak dipakai untuk mengukur viskositas bahan finishing adalah dengan suatu alat yang berbentuk cangkir (cup) yang mempunyai ukuran volume tertentu dan mempunyai suatu lubang pengeluaran (orifice) dengan ukuran diameter tertentu dibagian bawah. Alat ini disebut dengan viscosity cup. Ada bermacam-macam viscosity cup, yang paling dikenal dalam industri finishing mebel adalah Ford cup, Zahn cup dan Nk cup. Masing-masing alat tersebut memiliki ukuran volume yang berbeda-beda dan mempunyai seri ukuran diameter orifice yang berbeda-beda.
Cara pengukuran viskositas menggunakan viscosity cup adalah dengan cara mengisikan bahan finishing (yang berupa cairan) yang mau diukur viskositasnya pada viscosity cup itu sampai penuh, kemudian bahan tersebut dibiarkan mengalir melewati orifice sampai bahan finishing tersebut keluar semuanya. Dari hasil pengukuran waktu pengeluaran bahan dari viscosity cup dengan ukuran volum dan orifice tertentu tersebut kemuian dapat dikonversikan ke dalam viskositas bahan dalam poise (lihat pada table 1). Tetapi pengukuran viskositas pada cat atau bahan finishing biasanya ukuran viskositas cukup dinyatakan dengan waktu (detik) dengan menyebutkan jenis dan ukuran dari viscosity cup yang dipakai. Misalnya suatu bahan cat mempunyai viskositas 14 detik dengan alat Ford cup no 2, artinya bahan tersebut bila diukur dengan viscosity cup jenis Ford cup no 2 diperoleh waktu 14 detik. Cara menyatakan viskositas seperti ini sudah cukup dimengerti bagi pelaku industri finishing karena spesifikasi dari alat-alat yang dipakai untuk aplikasi bahan finishing (alat-alat spray) biasanya juga dinyatakan dalam cara yang sama. Jadi tidak perlu melakukan perhitungan yang rumit untuk mengetahui berapa poise viskositas bahan finishing tersebut.
Mungkin ada anggapan yang bahwa kualitas bahan finishing tegantung pada viskositas bahan tersebut. Semakin tinggi viskositas bahan maka bahan tersebut menjadi semakin baik karena dianggap mempunyai kandungan bahan padat yang lebih banyak. Hal ini sebenarnya tidak terlalu tepat karena viskositas sebenarnya adalah ukuran kekentalan bahan saja dan bahan dengan viskositas yang tinggi tidak selalu memiliki solid content yang lebih tingi dibandingkan dengan bahan dengan viskositas yang lebih rendah. Viskositas sebenarnya hanya dipergunakan untuk menyesuaikan dengan spesifikasi alat yang digunakan untuk aplikasi bahan tesebut. Viskositas bahan finishing sangat tergantung pada jenis-jenis bahan yang ada di dalam campuran bahan finishing tersebut. Solid content suatu bahan finishing yang berbeda baik jenis ataupun merknya tidak bisa dibandingkan hanya dengan melihat viskositasnya saja. 
Viskositas sebenarnya juga merupakan fungsi suhu, semakin tinggi suhu suatu bahan maka viskositas bahan tersebut biasanya akan lebih rendah. Karena itu pada saat mengukur viskositas suatu bahan sebaiknya suhu dari bahan itu diukur dan dicatat juga. 

viscosity cup


Solid content (kandungan bahan padat)
Solid content adalah kandungan bahan padat ada dalam suatu bahan finishing. Suatu bahan finishing terdiri dari campuran antara cat itu sendiri sebagai bahan padat yang akan tertinggal di permukaan dan thinner yang berfungsi sebagai pembawa dan akan menguap dan hilang di udara pada saat pengeringan. Bahan padat inilah yang akan berfungsi sebagai pembentuk lapisan bahan finishing pada permukaan dan menentukan hasil finishing yang dihasilkan. Meskipun solid content  yang tinggi biasanya juga akan menaikkan viskositas, tetapi solid content ini tidak bisa dilihat atau diukur dari viskositasnya saja. Viskositas dari suatu cat sangat tergantung dari jenis-jenis bahan yang ada dalam campuran yaitu: jenis campuran resin, campuran solvent maupun bahan-bahan lain yang ada dalm campuran. 
Solid content dari suatu campuran cat diukur dengan cara menimbang suatu campuran cat dan diukur beratnya, kemudian campuran cat tersebut dipanaskan dalam oven supaya seluruh thinnernya menguap. Kemudian cat yang tertinggal ini ditimbang lagi untuk mengetahui beratnya. Solid content adalah berat dari cat yang tertinggal apabila seluruh thinnernya menguap dibagi dengan berat cat dalam campurannya dengan seluruh thinnernya, biasanya dinyatakan dalam persen. Untuk ilustrasi dapat dilihat contoh berikut. Suatu cat mempunyai berat 100 gr, dan mempunyai solid content sebesar 30% artinya cat tersebut mempunyai bahan padat yang akan tertinggal di permukaan sebanyak 30 gr, sedangkan sisanya sebanyak 70% atau sebesar 70 gr dari bahan cat tersebut merupakan thinner yang akan habis menguap pada saat pengeringannya. Jadi semakin besar solid content suatu cat, maka cat itu dapat dianggap lebih baik karena pada saat pemakaian akan semakin banyak bahan padat yang tertinggal di permukaan dan akan membarikan pelapisan permukaan yang lebih tebal atau lebih banyak

Volume Solid Content
Sebenarnya ada ukuran lain yang lebih menggambarkan kualitas cat  daripada solid content yaitu volume solid content. Volume solid content adalah ukuran volume dari suatu cat yang akan tertinggal di permukaan apabila seluruh thinner dari campuran cat tersebut menguap. Volume solid content diukur dengan mengukur volume cat dengan campurannya, kemudian cat tersebut dimasukkan dalam oven untuk menguapkan seluruh thinnernya dan kemudian mengukur kembali volume cat yang tertinggal.  Volume solid content adalah volume cat yang tertinggal dibagi dengan volume cat bersama dengan seluruh thinnernya, biasanya juga dinyatakan dalam persen. Volume solid content ini lebih menggambarkan kualitas cat karena volume bahan finishing yang tertinggal inilah yang akan menentukan tebal lapisan finishing yang tertinggal di permukaan dan menentukan luas permukaan yang dapat ditutup oleh lapisan bahan finishing tersebut. Perbedaan antara volume bahan dan berat bahan merupakan fungsi dari berat jenis bahan dan tergantung dari jenis bahan yang dipakai dan campuran-campuran yang ditambahkan pada cat tersebut.