Langsung ke konten utama

finishing untuk kayu mahoni

Kayu mahoni atau mahogany (bhs Inggris) merupakan salah satu jenis kayu yang banyak dipakai untuk bahan baku pembuatan mebel, terutama untuk indoor furniture. Pada saat ini banyak mebel yang dibuat dari kayu dan veneer mahoni. Kayu mahoni memiliki serat dan pori-pori yang lembut tetapi memiliki karakter serat yang sangat kuat. Dengan finishing yang tepat, maka suatu mebel dari kayu mahoni akan menghasilkan suatu penampilan yang sangat menarik. Sekarang dengan harganya yang semakin mahal, maka untuk pembuatan panel-panel untuk top atau dinding maka lebih banyak digunakan veneer mahoni. Kayu solid mahoni masih banyak digunakan terutama pada pembuaatan kaki atau kursi. Sedangkan untuk outdoor furniture maka kayu mahoni sangat jarang dipakai karena kayu mahoni tidak cukup kuat untuk outdoor furniture. Seperti juga veneer untuk kayu yang lain, maka veneer mahoni tersedia dalam jumlah yang cukup banyak di pasaran dengan berbagai macam jenis dan model.


bed mahoni dengan finishing natural brown

Sifat-sifat dari kayu mahoni bervareasi tergantung dari daerah kayu mahoni itu berasal. Tetapi secara umum kayu mahoni memiliki sifat-sifat sbb: kekerasan yang cukup untuk pembuatan indoor furniture, dengan warna dasar coklat merah. Untuk kayu mahogany yang tua maka warna merah ini sangat kuat, tetapi untuk kayu yang muda maka warnanya cenderung muda dan agak putih. Semakin kayu tua kayu mahogany maka karakter seratnya akan semakin kuat, tetapi warnanya akan semakin merah dan pori-porinya akan semakin besar dan dalam. Karakter serat yang kuat akan dapat menghasilkan suatu penampilan yang sangat indah, tetapi karena memiliki warna dasar kemerahan itu maka warna finishingnya menjadi agak terbatas yaitu finishing dengan warna-warna coklat tua atau merah.

Selain masalah warna, kayu mahoni yang tua maka akan memiliki pori-pori yang banyak dan besar. Untuk hasil finishing dengan pori-pori tertutup maka sangat dianjurkan untk menggunakan filler. Pori-pori kayu mahogany ini agak unik, yaitu tidak terlalu besar tetapi sangat dalam, sehinggaa agak sulit untuk di filler. Filler yang cocok untuk kayu ini adalah filler dengan waktu pengeringan yang agak lama sehingga dapat mengisi pori-pori dengan baik, salah satu filler yang biasa saya pakai adalah waterbased filler atau oilbased filler. Apabila proses filler ini tidak sempurna maka akan mudah terjadi buble atau pinhole pada proses finishing. Karena itu maka proses filling pada kayu mahoni ini harus dilakukan dengan baik, kadang-kadang diperlukan filling prosess 2x untuk dapat memastikan proses filling ini sudah sempurna.

Kayu mahoni memiliki vareasi warna dasar yang relatif besar yaitu mulai dari putih sampai warna yang sangat tua, karena itu dalam proses pewarnaan perlu dilakukan proses penyamaan warna dulu sebelum dilakukan stain untuk pewarnaan secara keseluruhan. Proses perataan warna ini dilakukan  dengan menggunakan sap stain dan equalizer stain. Sap stain yang dipakai untuk kayu mahoni bisanaya stain dengan warna kuning kemerah-merahan digunakan untuk menutupi warna-warna kayu yang putih atau muda, sedangkan equalizer stain yang cocok untuk kayu mahoni biasanya berwarna hijau untuk menurunkan warna merah pada kayu mahoni

Finishing untuk kayu mahoni ini bisa bermacam-macam, tetapi biasanya warna finishing untuk kayu mahoni ini adalah warna coklat kemerah-merahan. Model finishing juga menyesuaikan dengan model dari furniture nya, bisa bergaya klasik, antik atau bahkan kontemporer. Sebaiknya dihindari finishing kayu mahoni dengan warna muda, karena akan menemui kesulitan dengan warna dasar mahoni yang coklat kemerahan. Apabila menginginkan kayu mahoni dengan finishing dengan warna muda maka harus dilakukan proses bleaching (pemutihan warna kayu secara kimia) yang tidak mudah dan seringkali menjadikan masalah apabila tidak dilakukan dengan benar.

antique mahogany finish

antique dark brown finishing