Langsung ke konten utama

Kuas untuk wood finishing.


                                                            


Kuas merupakan salah alat yang telah digunakan dalam industri finishing sejak lama.  Meskipun saat ini penggunaan kuas telah banyak digantikan dengan alat-alat finishing modern seperti spray gun dan alat-alat yang lain merupakan alat-alat moden, tetapi ternyata peran kuas dalam industri finishing masih sangat penting. Kuas merupakan satu alat yang masih bisa digunakan pada saat suatu proses finishing harus dilakukan pada suatu tempat atau ruangan yang tidak memungkinkan penggunaan spray gun. Kuas merupakan pilihan terbaik saat tidak tersedia fasilitas untuk aplikasi finishing yang memadai seperti :spray gun, spray booth, ruangan finishing yang memadai dengan segala fasilitasnya. Kuas juga merupakan alat yang terbaik untuk pengecatan dalam suatu ruangan yang masih ditempati dimana aplikasi spray tidak mungkin dilakukan. 


 

 


Kuas juga banyak digunakan untuk aplikasi beberapa material dengan tujuan membuat efek-efek khusus seperti aplikasi efek-efek special dengan glaze atau stain, atau aplikasi tekture paint atau bahkan crackle paint dengan bentuk-bentuk khusus.  Penggunaan kuas pada proses finishing dilakukan dengan tepat untuk bisa menghasilkan suatu hasil yang optimal. 

Berikut ini hal-hal yang harus diperhatikan dalam penggunaan kuas.

  1. Pilihlah jenis kuas yang tepat sesuai dengan kebutuhan.

Saat ini telah tersedia berbagai macam jenis kuas yang masing-masing mempunyai fungsi sendiri-sendiri dan bisa menghasilkan efek dan hasil yang berbeda. Jenis kuas yang dipakai untuk suatu proses finishing harus sesuai dengan material finishing yang dipakai dan efek yang diinginkan. Misalnya aplikasi glaze yang menginginkan pelapisan material yang rata membutuhkan suatu jenis kuas  kuas yang lentur dengan tip yang tebal. (lacquer brush). Kuas yang tebal ini juga cocok untuk aplikasi clear coat yang menginginkan suatu pelapisan material yang rata dan halus. Sedangkan untuk aplikasi texture material dibutuhkan kuas yang agak lebih kaku dan lebih tipis.

Ukuran kuas yang dipakai harus juga menyesuaikan dengan luas bidang permukaan yang dilapisi material finishing. Kuas dengan besar dibandingkan dengan lebar permukaan akan mengakibatkan pelapisan yang tidak efisien dan kuas yang terlalu kecil akan mengakibatkan terlalu banyak pengulangan (stroke) yang mengakibatkan pemborosan material, waktu dan tenaga.  

2. Perawatan terhadap kuas.

Seperti juga alat-alat yang lain, kuas juga membutuhkan perawatan yang baik supaya tetap dalam kondisi yang baik setiap kali akan digunakan. Kuas yang tidak baik tidak akan dapat digunakan untuk memperoleh hasil yang optimal. Suatu kuas yang kotor sebaiknya dicuci dulu sampai bersih sebelum digunakan, sedangkan kuas yang sudah rusak sebaiknya tidak digunakan lagi. Kuas yang tidak baik apabila dipaksakan untuk digunakan hanya akan mengakibatkan pemborosan waktu, tenaga atau material finishing.

Kuas dipelihara dengan cara selalu dibersihkan segera sesudah selesai digunakan. Material finishing yang kering akan mengeras dan menempel pada kuas akan susah dibersihkan tanpa merusak kuas. Segera setelah pekerjaan selesai celupkan kuas ke dalam thinner dan bersihkan kotoran yang ada dengan tangan atau kain. Kemudian keringkan kuas tersebut dengn cara menggunakan kain bersih atau tiup kuas dengan udara tekan sampai kering dan kemudian simpan kuas yang kering di tempatnya. Kuas bisa juga dikeringkan dan disimpan dengan cara digantung sehingga seluruh cairan didalamnya menetes dan mengering.

Gunakan thinner yang sesuai dengan material finishing yang dipakai. Kuas yang digunakan untuk aplikasi waterbased paint dapat dicelupkan dan dicuci dengan air, air hangat akan dapat mempercepat pelarutan material dan mempermudah pembersihan. Kuas untuk aplikasi glaze, oil finish atau wax dapat dibersihkan dengan menggunakan mineral spirit atau terpentine. Sedangkan kuas yang digunakan untuk aplikasi lacquer atau varnish membutuhkan lacquer thinner atau acetone untuk melarutkan dan membersihkan material finishing yang menempel di permukaannya.

Kuas sebaiknya tidak direndam ke dalam suatu cairan atau thinner dalam waktu yang lama. Setelah dicelupkan dan basah sebaiknya  kuas harus segera dibersihkan, digantung atau dikeringkan dan disimpan dalam keadaan kering.

4. Latihan untuk menggunakan kuas.

Meskipun kuas dapat dianggap sebagai alat yang sederhana, tetapi untuk menghasilkan efek dan hasil aplikasi yang diinginkan tetap saja dibutuhkan latihan yang cukup. Hasil pelapisan dengan menggunakan kuas ini sangat tergantung dari ketrampilan dan orang yang menggunakannya. Karena itu sebelum melakukan aplikasi pada produk atau barang yang besar maka suatu latihan yang dikerjakan pada satu panel atau bentuk-bentuk yang kecil sebaiknya dilakukan dulu sambil melihat hasil yang didapatkan. Ada banyak teknik penggunaan kuas yang masing-masing akan menghasilkan efek yang berbeda. Masing-masing teknik tersebut membutuhkan latihan sehingga dapat diperoleh hasil sesuai dengan yang diinginkan.

5. Pilihlah material finishing yang sesuai.

Tidak semua material finishing cocok untuk diaplikasikan dengan menggunakan kuas. Material finishing modern memiliki banyak jenis yang masing-masing membutuhkan alat yang tepat untuk aplikasinya. Beberapa jenis material finishing memang bisa untuk diaplikasikan dengan kuas dengan hasil yang baik  Material finishing seperti oil finish, wax, glaze atau traditional varnish merupakan bahan-bahan yang bisa diaplikasikan dengan kuas. Industri finishing material juga telah menyediakan beberapa jenis lacquer khusus yang memang didesign untuk diaplikasikan dengan kuas. Secara umum material yang diaplikasikan dengan kuas diatur supaya sedikit lebih encer dan lebih lama kering untuk menghasilkan permukaan yang rata dan halus. Karena itu pada saat akan menggunakan kuas untuk aplikasi bahan finishing pastikan bahwa material yang akan diaplikasikan cocok dan bisa bekerja dengan baik dengan kuas.