Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2014

Formulasi perekat

Perekat terdiri dari beberapa komponen yang berbeda yang ditambahkan ke suatu base polimer. Meskipun komponen-komponen tersebut ditambahkan untuk tujuan tertentu, mereka sering akan mengubah sifat dasar dari perekat, baik pada saat aplikasi ataupun setelah pengeringan. Berikut ini komponen dari perekat secara umum Base Base adalah polimer dasar; dia bisa berupa sintetis, biobased, atau kombinasi dari keduanya. Base ini adalah bahan yang menyediakan kekuatan untuk merekatkan dua substrat bersama-sama. Jenis base dari perekat ini biasanya digunakan untuk memberi nama perekat, seperti phenol-formaldehyde, epoxy atau casein . Bahan dasar ini adalah zat padat yang menyediakan " backbone " dari lapisan perekat yang akan mengontrol cara aplikasi, pengeringan, dan pengerasan. Pelarut ( solvent )   Pelarut adalah cairan yang digunakan untuk mengencerkan atau menyebarkan bahan dasar (base) dan bahan-bahan aditif dalam campuran untuk menghasilkan bentuk cair untuk kemuda

Perekat untuk konstruksi

Perekat konstruksi merupakan salah satu segmen besar dari pasar perekat, dengan penggunaan terutama untuk penempelan lantai, penutup dinding, dan perakitan bangunan. Konstruksi bangunan saat ini sebagian besar masih menggunakan paku atau sekrup untuk penempelan dan penyatuan dari komponen-komponen kayu nya. Namun, penggunaan perekat dapat memberikan kekuatan ekstra untuk bangunan struktural jika produk panel juga harus menyatu pada frame. Karena paku atau sekrup menahan kayu bersama-sama, maka  perekat tidak perlu kering dengan cepat. Perekat konstruksi biasanya dibuat dengan lebih fleksibel untuk menyediakan lateral " give "  dari berbagai komponen rumah yang berkontraksi dengan perubahan kelembaban dan suhu. Suatu aplikasi khusus menggunakan perekat yang non-curing, dengan berat molekul yang tinggi dan sejumlah kecil pelarut untuk menghasilkan satu flow tertentu. Perekat diaplikasikan pada suhu kamar dari suatu gun ke satu permukaan sebagai suatu “ beads ”. Kemudian, di

Perekat komposit lainnya

Pemahaman mengenai perekat kayu sama pentingnya untuk bahan-bahan komposit dengan kayu merupakan komponen minor seperti halnya   dengan produk-produk komposit mana kayu merupakan komponen utama. Tiga bidang produk kayu dimana kayu merupakan sebagai komponen minor adalah : wood-fiber cement board, wood plastics , and wood filler untuk plastik. Dalam ketiga kasus tersebut, maka komponen non-kayu merupakan bagian utama ( main phase ) yang menahan bahan untuk tetap bersama-sama, meskipun demikian semakin baik adhesi dari main phase dengan serat kayu akan membuat ikatan produk menjadi semakin kuat dan tahan lama. Wood-fiber reinforced cement board bersaing dengan   papan semen tradisional yang menggunakan bahan penguat ( reinforced material )   lain seperti   fiberglasss cloth fiber .   Bahan penguat ini berfungsi untuk mengurangi   resiko panel yang patah. Untuk membuat produk yang lebih baik maka diperlukan pengetahuan tentang   interaksi dari kayu dengan semen anorganik. Pr

Perekat lignin

Meskipun lignin adalah turunan phenolic, mereka sangat berbeda dari tanin . Bahan ini tersedia dalam jumlah besar dengan harga rendah, tetapi mereka bereaksi jauh lebih lambat dengan formaldehyde. Pasokan lignin tersedia dalam jumlah besar, karena merupakan produk samping pada proses pembuatan pulp untuk bahan baku kertas. Lignin merupakan 24%-33% dari bahan kayu di kayu lunak dan 16%-24% dari kayu keras. Lignin yang asli adalah polimer crosslinking, tetapi polimer ini harus terdegradasi sebagian untuk dapat dipisahkan dari cellulosics. Untuk tujuan perekatan,   maka   lignin yang terdegradasi memerlukan proses polimerisasi lebih lanjut untuk menghasilkan sifat perekat berguna. Meskipun hampir sepenuhnya aromatik, lignin hanya memiliki sedikit cincin fenolik dan tidak punya cincin polyhydroxy phenyl shingga menyebabkan reaktivitasnya yang rendah terhadap formaldehyde. Rendahnya harga dari lignin telah menyebabkan banyak penelitian untuk menemukan cara mengubah l ignin men

Perekat tanin

Tanin adalah polyhydroxypolyphenolics yang terdapat pada banyak jenis tanaman, tetapi hanya pada beberapa spesies yang memiliki konsentrasi yang cukup tinggi untuk membuatnya jadi berguna. Pasokan komersial dari tanin adalah isolated tanin yang berhasil dipisahkan dari tanaman. Tanin digunakan karena mereka lebih reaktif dibanding phenol, tapi mereka juga lebih mahal dari fenol. Ekstraksi dari bahan tanaman dan kemudian pemurnian dari isolat, diikuti dengan pengeringan akan menghasilkan tanin bubuk. Bahan isolat murni bisa mempunyai sifat yang  berbeda-beda  dalam banyak hal seperti bentuk alami dari recorcinol , dengan reaktivitas tinggi dan menghasilkan ikatan yang memiliki ketahanan air yang tinggi ketika dilakukan kopolimerisasi dengan formaldehyde. Meskipun kecepatan reaksi tanin dengan formaldehyde cukup mirip dengan recorcinol, tetapi struktur polimer yang ada sangat berbeda. Formaldehyde ditambahkan pada cincin aromatik penambahan formaldehyde tunggal dan beberapa ta

Perekat protein

Perekat protein adalah salah satu perekat untuk ikatan kayu yang kayu dominan, sekarang banyak digunakan dalam aplikasi khusus di mana mereka mempunyai sifat-sifat yang khusus, dan masih diuji untuk digunakan dalam ikatan kayu yang membutuhkan kekuatan dan daya tahan yang terbatas. Seperti bahan biomassa yang lain, protein akan memiliki komposisi yang bervareasi tergantung pada sumbernya. Dengan demikian, proses penggunaan protein akan menghasilkan sifat-sifat perekat bervariasi sebagai perubahan dari sumber protein yang digunakan. Untuk menghasilkan perekat yang berguna, maka struktur protein asli harus didenaturasi untuk mengekspose kelompok polar  untuk pelarutan dan ikatan. Struktur primer akan melibatkan backbone polyamide yang terbuat dari kondensasi asam amino, sedangkan struktur sekunder dan tersier didasarkan pada interaksi intrachain dan interchain , yang  masing-masing, berhubungan dengan ikatan hidrogen, link dengan disulfida, atau koordinasi dengan situs  metalik. Pr

Lem PVAC, (Polyvynil acetat, Ethylene-vinyl acetate)

Perekat  PVA (polyvinyl acetat) dan EVA (polyethylene-vinyl acetate), adalah lem waterbased yang banyak digunakan dalam dalam industri woodworking dan produk kertas. Lem putih (PVA) dan lem dispersi EVA banyak digunakan untuk perekatan kayu, seperti konstruksi mebel dan laminasi. Lem ini tidak memerlukan panas untuk penegeringannya, relatif murah dan mudah digunakan. Perekat waterbased ini  sangat mudah diaplikasikan dalam pengeleman kayu, lem akan kering karena air diserap ke dalam kayu atau produk kertas dan akhirnya dilepaskan ke atmosfer. Lem ini memiliki penggunaan yang sangat luas dalam proses manufaktur dan konstruksi  kayu. Karena mekanisme pengeringannya tersebut maka produk ini sulit kering pada kayu dengan kadar air yang tinggi, mereka seringkali gagal pada aplikasi di kayu basah. Proses untuk membuat dispersi PVA dan EVA sangat mirip. Monomer dilarutkan dalam air yang mengandung poly vinyl alcohol, menghasilkan suatu emulsi; monomer dalam bentuk droplets  (tetesan-tetesa

Biobased adhessives (perekat organik )

Biobased adhessives atau lem organik adalah lem yang menggunakan bahan-bahan organik. Biobased adhessive yang paling umum adalah lem dengan basis protein selain itu adalah lem tanin dan lignin. Perekat protein ini  telah digunakan selama ribuan tahun. Peradaban awal telah banyak belajar bagaimana membuat perekat dari tanaman dan hewan. Produk ikatan kayu yang dibuat dengan menggunakan perekat protein alami, pada umumnya   hanya bisa menghasilkan perekatan yang   tahan lama apabila digunakan pada kayu dengan tingkat kadar air yang rendah. Perekat ini umumnya akan melunak pada kayu dengan tingkat kadar air yang tinggi. Berbagai bahan telah digunakan untuk membuat perekat berbasis protein seperti: tulang dan kulit ( hide) hewan, susu (kasein), darah, kulit ikan, dan kedelai. Industri perekatan kayu kemudian menjadi sangat berkembang di awal 1900-an, dengan dikembangkannya berbagai proses   untuk membuat perekat yang lebih efektif. Kemajuan terbesar adalah ketika perekat tepung kedel

Perekat epoxy (epoxy glue)

Perekat epoxy banyak digunakan karena ketahanan yang baik terhadap cuaca luar ruangan dan kemampuannya untuk merekatkan berbagai permukaan, termasuk:  kayu, logam, plastik, keramik, dan beton. Lem ini relatif jarang digunakan dalam perekatan kayu karena harganya yang relatif mahal, dan dalam beberapa kasus, daya tahan mereka terbatas. Di sisi lain, mereka adalah perekat struktural yang dapat kering pada suhu kamar, memiliki kemampuan baik untuk mengisi celah dan melakukan ikatan pada permukaan. Lainnya. Karena itu lem epoxy banyak digunakan dalam perekatan kayu dan  bahan lainnya di tempat revisi komponen kayu yang rusak secara struktural.Selain harganya yang mahal kelemahan utama dari lem epoxy adalah kurangnya kemampuan untuk digunakan pada bagian yang memerlukan ikatan yang  tahan lama.    Meskipun ada beberapa kasus dari self polymerization di bawah pengaruh asam atau katalis amina tersier, sebagiam besar epoxy memiliki ikatan backbone ababab bergantian yang memiliki ikata