Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2020

Degradasi kayu secara fisik

Setiap barang yang dipakai atau digunakan akan selalu mengalami penurunan kualitas baik secara fungsi maupun penampilan. Produk-produk yang dipakai akan terkena gesekan, benturan, goresan dan berbagai macam physical abuse yang semuanya akan merusak produk. Produk-produk furniture yang digunakan untuk indoor bisa terpapar oleh bahan-bahan kimia seperti alkohol, minyak, teh, kopi, air panas, makanan, yang semuanya juga akan berpotensi untuk mengkibatkan kerusakan terhadap kayu secara kimiawi. Produk-produk kayu yang ada di luar ruangan mempunyai resiko kerusakan yang lebih besar karena menghadapi cuaca luar ruangan seperti: angin, air hujan, salju, perubahan suhu udara dan sinar matahari. Bahkan produk-produk  kayu yang dibiarkan saja tanpa terkena aktivitas fisik pun akan mengalami degradasi  karena terkena serangan bakteri Degradasi kayu dan produk kayu ini merupakan hal yang alamiah, karena kerusakan ini adalah mekanisme alam untuk melakukan daur ulang terhadap seti

Mold, jamur di permukaan kayu

Mold adalah jamur yang hanya tumbuh di permukaan. Jamur ini bisa muncul pada produk-produk dan permukaan perabotan dalam rumah seperti mebel, karpet, sofa, jendela dan bahkan lantai dan kaca. Pada kayu dan produk kayu, mold ini bisa muncul pada semua produk kayu, baik yang dalam kondisi unfinish ataupun finish . Mold bisa nampak sebagai suatu serbuk atau noda tipis pada permukaan, atau bisa muncul lebih nyata sebagai suatu jamur atau tumbuhan jamur yang tumbuh di permukaan. Mold ini juga tidak akan merusak kayu secara struktural dia menimbulkan masalah pada produk kayu karena akan merusak penampilan dari produk. Mold ini dapat dibersihkan dengan cara dihapus dan dilap dari permukaan, namun apabila sudah tumbuh di permukaan dalam waktu yang lama, maka dia akan tumbuh semakin banyak dan menjadi susah dibersihkan. Mold ini terjadi karena ada spora jamur yang jatuh ke permukaan produk kayu pada saat kondisi lingkungan yang lembab dan cocok dengan kondisi yang dibutuh

wood decay fungi

Wood decay fungi adalah jamur yang menyebabkan terjadinya pembusukan kayu. Jamur ini meupakan mikro organisme yang akan merusak dan menghancurkan kayu secara fisik. Kayu yang terkena serangan jamur ini akan membusuk dan rusak structural dan akhirnya terurai menjadi tanah. Menurut cara perusakan dan pertumbuhannya, jamur ini dapat digolongkan menjadi 3 macam,  yaitu brown rot, soft rot dan white rot.   Brown rot Adalah jamur yang memecah hemiselulosa dan selulosa. Jamur ini menghasilkan hidrogen peroksida (H2O2) yang akan merusakn hemiselulosa dan selulosa. Karena hidrogen peroksida adalah molekul kecil, maka dia dapat menyebar dengan cepat melalui kayu, menyebabkan pembusukan pada seluruh bagian kayu. Pembusukan kayu akibat dari brown rot ini nampak jelas peubahan warna kayu menjadi coklat dan  kemudian diikuti dengan kerusakan kayu berupa penyusutan, peretakan, pelunakan dan pada akhirnya kayu menjadi rapuh dan hancur. Brown rot ini sering juga sebagai jamur

Wood beetle (bubuk kayu, thether, thothor).

Hewan ini disebut juga sebagai thether, thothor, bubuk kayu, adalah jenis hewan yang paling banyak ditemui pada kayu, produk kayu atau bangunan dari kayu yang sudah terpasang. Produk kayu seperti mdf, particle board dan furniture merupakan produk yang sering terkena serangan serangga ini. Serangga ini ada beberapa jenis yaitu antara lain: Ambrosia beetle , Common furniture beetle , Deathwatch beetle , Flat-headed wood-borer , Powderpost beetle ( Anobiidae , Bostrichidae ), Old-house borers . Meskipun ada banyak jenis, tetapi mereka menyerang kayu dengan cara yang sangat mirip, yaitu dengan  membuat lubang-lubang dalam kayu dengan mengeluarkan bubuk kayu. Bubuk kayu ini bisa sedikit atau banyak, tergantung pada jenis serangga demikian juga lubang-lubang kayu ini bisa dalam ukuran tergantung pada jenis serangga yang menyerang kayu Wood beetle ini mempunyai siklus hidup yang dapat dilihat pada diagram di bawah ini.   siklus wood bug Serangga dewasa me

serangga pemakan kayu

Serangga merupakan salah satu  musuh utama kayu. Beberapa jenis serangga merupakan hewan yang memakan kayu untuk kehidupannya. Ada beberapa jenis serangga yang menyerang kayu dengan masing-masing mempunyai siklus hidup dan sifat yang khas dan unik. Beberapa serangga bukan hanya menyerang kayu yang sudah mati dan dipotong, tetapi juga menyerang pohon yang masih hidup. Namun pada pembahasan disini kami hanya membahas serangan serangga pada kayu yang sudah dipotong bukan pada pohon yang masih hidup. Serangga pemakan kayu yang pada industri woodworking dapat diklasifikasikan dalam 3 kelompok yaitu rayap ( termite) , bubuk kayu ( bug, wood beetle ) dan marine borer.   Rayap Adalah salah satu hewan penghancur kayu yang utama. Hewan ini memang diciptakan untuk memakan kayu sehingga proses regenerasi dapat berjalan terus. Rayap memakan seluruh bagian kayu dan menguraikanya menjadi tanah. Rayap ini hidup bersama-sama dalam jumlah yang banyak membentuk kolon