Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2021
Selain dibutuhkan pada persiapan sebelum finishing, pengamplasan juga dibutuhkan pada proses finishing. Setiap lapisan film (sealer, top coat, enamel, base coat) selalu membutuhkan pengamplasan yang baik sebelum dilanjutkan dengan aplikasi bahan finishing berikutnya di atasnya. Pengamplasan pada lapisan film berfungsi terutama untuk menghaluskan, meratakan dan membersihkan permukaan film sehingga menghasilkan permukaan yang bersih, rata dan halus. Pada lapisan coating  yang bersifat termoseting (yang tidak terlarut kembali) seperti: PU, AC, Waterbased atau UV coating, maka pengamplasan juga berfungsi untuk memberikan goresan-goresan pada permukaan lapisan film yang diperlukan untuk membentuk ikatan yang baik dengan lapisan coating diatasnya. Pada coating yang bersifat termoplastis (NC, Vynil, Acrylic) dimana lapisan film yang sudah kering akan lumer dan terlarut lagi dengan aplikasi coating di atasnya, maka pengamplasan yang tidak terlalu sempurna seringkali tidak menjadi masalah. Namu

jenis-jenis cat untuk kayu

Cat atau coating adalah bahan finishing yang membentuk lapisan film yang akan melapisi permukaan di bawahnya. Lapisan film ini berfungsi untuk memberikan perlindungan pada substrate dibawahnya beserta stain, glaze, filler dan bahan finishing lain yang diaplikasikan di atas permukaan. Selain memberi perlindungan lapisan film ini bisa juga berfungsi untuk membentuk dari gloss dari finishing.   Menurut warnanya ada 2 jenis coating yaitu clear coating dan colored coating. ·          Colored coating Colored coating adalah cat yang dicampur dengan pigment dan digunakan juga sebagai stain atau pembentuk warna. Bahan ini dapat juga dikategorikan sebagai stain dan dikenal dengan nama base coat, paint, enamel atau primer . ·          Clear coating Clear coating adalah cat yang tidak mengandung pigment di dalamnya. Bahan ini akan menghasilkan lapisan film yang jernih. Lapisan clear coating ini akan tidak akan membentuk warna, tetapi akan menentukan ketebalan lapisan film, kehalusan pe

Penggunaan spray gun untuk proses finishing

Spray gun sampai saat ini masih merupakan alat yang paling banyak dipakai untuk aplikasi bahan finishing mebel. Spray gun adalah alat yang bisa mengatomisasi material finishing dan sekaligus mengarahkan material finishing tersebut ke permukaan yang diinginkan. Karena itu spray gun merupakan alat yang sangat fleksibel, mudah diatur dalam pemakainnya dan menghasilkan pelapisan yang halus, merata dengan ketebalan yang diinginkan. Aplikasi bahan finishing dengan alat lain seperti dengan menggunakan rol, kuas, atau pencelupan tidak dapat menghasilkan pelapisan yang sebaik dengan aplikasi menggunakan spray gun.  Kelebihan utama dari spray gun adalah bahwa spray gun dapat mengatomisasi material finishing pada saat digunakan. Atomisasi adalah proses dimana suatu cairan diubah menjadi sekumpulan material dengan ukuran sangat kecil menyerupai kabut. Dengan atomisasi ini maka material finishing dengan sangat mudah dapat diarahkan untuk melapisi ke bagian yang diinginkan dan dengan hasil yang sang

pengamplasan pada kayu

Untuk memperoleh hasil finishing yang baik pada kayu, maka sebelum proses finishing dimulai diperlukan pengamplasan yang baik. Tujuan dari pengamplasan adalah untuk mendapatkan suatu permukaan kayu yang rata, halus dan bersih. Proses pengamplasan harus dilakukan secara benar supaya bisa menghilangkan garis-garis bekas pisau atau mesin dan noda-noda (biasanya bekas-bekas lem) yang timbul pada saat proses pembuatan mebel. Proses pengamplasan ini sangat penting karena suatu noda atau goresan yang tertinggal pada permukaan kayu akan kelihatan semakin jelas sesudah dilakukan proses finishing. Kenyataannya seringkali ditemui masalah finishing yang terjadi karena masalah pengamplasan yang kurang sempurna. Yang lebih parah lagi adalah seringkali masalah pengamplasan itu baru ditemukan setelah proses finishing dikerjakan, sehingga untuk memperbaikinya harus dilakukan pengamplasan lagi dan poses finishing ulang. Hal ini tentu saja merupakan pemborosan yang sedapat mungkin dihindari. Suatu produk

Mengenal lebih dekat tentang amplas

Proses perataan dan penghalusan permukaan pada proses pembuatan mebel biasanya dilakukan dengan menggunakan suatu bahan yang disebut amplas (abrasives). Karena itu prosesnya dikenal sebagai proses pengamplasan (sanding). Saat ini telah tersedia bermacam-macam merk amplas yang menawarkan berbagai jenis amplas dengan keunggulannya masing-masing. Selama ini kita mungkin hanya membedakan amplas dari gradenya saja. Pada prakteknya kita kadang-kadang menemui kenyataan bahwa amplas dengan grade yang sama apabila digunakan bisa mengakibatkan hasil amplasan yang sama sekali berbeda. Pada kenyataanya memang amplas memiliki jenis yang berbeda-beda. Karena itu maka para pelaku industri mebel sebagai pemakainya harus dapat mengenal jenis-jenis amplas supaya dapat memilih amplas yang paling sesuai dengan kebutuhan.  Amplas sebenarnya terdiri dari 3 komponen yang membentuknya yaitu mineral, pengikat (bond), dan penyangga (backing). Sifat-sifat dan jenis-jenis amplas pada prinsipnya tergantung dari je